Nikmati saja perjalanan skenario-Nya untuk kita. Cuma sebentar.. Kata orang Jawa "mampir ngombe" yg artinya "mampir minum". Jalankan saja peranmu sbg aktor-Nya dgn baik serta selaras syari'ah-Nya. Innallaaha ma'anaa ^_^
Kamis, 15 Desember 2011
Waaaoow.. . . . !!
Lima bintang untuk novel ini.. bagi para pengagum ibu pun bisa menikmati alurnya, bahkan kujamin bakal klepek2.. Ohoho.. bukan promosi,tapi... ASLI ! Ni salah satu kutipan2 beberapa kalimatnya ku beberkan pada kalian..
Jadi, mengapa kisah ini penting untuk kuceritakan padamu? Agar kau lebih menghargai hidup. Menghargai setiap tarikan napas. Menghargai apa pun yang dianugerahkan Raja Semesta padamu. Kau beruntung memiliki orang tua yang baik dan mengasihimu, hingga saatnya kini kau bisa hadir di dunia dan menikmati segalanya—kau beruntung memiliki hidup.
Dan pada saatnya nanti, mungkin kau akan memiliki seorang anak yang bersemayam di rahim suci perempuanmu… Bila saat itu datang, apa pun alasanmu, kumohon jangan biarkan para penghuni Kerajaan Alam Rahim bersedih dan terluka lagi: jangan sekalipun kau berpikir untuk menggugurkan kandungannya atau malah melakukannya. Jangan menodai kesucian rahim perempuanmu. Jangan lakukan itu. Kumohon.
…asal kau tahu, Rahim adalah nama lain dari Raja Semesta. (Pada covernya)
”Suara, nyanyian, musik, gunung, pantai, langit, padang pasir, laut yang membuat mereka indah sesungguhnya hal yang tidak kelihatan. Matahari juga tak bisa ditatap langsung oleh mata, tetapi yang membuatnya indah bukan hal yang bisa ditatap langsung oleh mata kan? Selalu ada sesuatu. Sesuatu yang misterius tetapi sangat bermakna. Itulah yang harus kau temukan… Keindahan bukanlah yang kau dengar atau lihat. Keindahan adalah yang kau rasakan. Jauh sampai ke dalam hati.” (Hal.143)
pada halaman 187:
” Kau tahu, bila kau diberi kesempatan untuk mengikuti seluruh gerak-gerik Ibumu ketika mengandungmu, melihat seluruh sketsa hidup yang ia jalani bersamamu di perutnya, kuyakinkan kepadamu bahwa ia melakukan segala hal yang terbaik yang bisa ia lakukan untuk menjagamu, merawatmu, memberikan segala yang terbaik untukmu.”
Selasa, 06 Desember 2011
Kau buatku melambung sejenak..
Kejadian kermarin membuatku tahu,
ada kalanya bulan pun kesepian tanpa kehadiran sang bintang-bintang
Ia pun terlarut dalam sedih tatkala tahu bahwa bintang-bintang yg selama ini menemaninya sedang terpuruk tak berdaya oleh sebuah nasib..
Syukron, kau membuatku melambung sejenak dengan hadirnya penglipur sedih meski hanya lewat sms..
ada kalanya bulan pun kesepian tanpa kehadiran sang bintang-bintang
Ia pun terlarut dalam sedih tatkala tahu bahwa bintang-bintang yg selama ini menemaninya sedang terpuruk tak berdaya oleh sebuah nasib..
Syukron, kau membuatku melambung sejenak dengan hadirnya penglipur sedih meski hanya lewat sms..
Rabu, 16 November 2011
Baru Kutahu Jawabannya..
Dzulhijjah, 21 1432H . .
Aku baru tahu jawabnya.. setelah hampir saja aku melupakan sesuatu.
Senyum seseorang, yg membuatku tau harus bagaimana aku menyikapi semua.
Senyum cantik itu...
Senyum di wajahnya yg sebenarnya lebih lelah dariku...
Ya... senyum di wajah mentariku, matahari kehidupanku... Malaikatku di dunia ini..
Malam tadi, usai senja yang mengatup sempurna. . . Ia merebahkan tubuhnya tepat disebelahku. Menghirup nafas panjangnya, merasa lelah. Tentu saja,lebih lelah dariku. Bayangkan saja, tak hanya 1 masalah ia hadapi. Aku,keuangan,keluarga,rumah,kerabat2,dan lain-lain adalah wujud nyata bebannya. Tapi ia tak sepertiku..
Yang begitu mudahnya 'ambruk' karena hampir putus asa menghadapi SATU masalah saja. Ia tak sepertiku yg gampang merengek atau mengeluh. . .
Moment favoritku, yah benar...aku sengaja menatap wajah itu lumayan lama. Ia pulas, terlelap.. tapi ada satu yang mengganjal tapi menarik. Ia tersenyum dalam tidurnya! Sungguh, dia tersenyum. Cantik sekali,kawan. Kau tahu,bahkan lebih cantik dariku (haha...tentu saja bodoh!)
Sejak detik itulah,aku sadar sesuatu...
Aku akan berhenti 'merengek' atas takdir-Nya.. demi senyum itu, aku akan berjalan melewati lorong gelap yg disajikan kehidupan untukku. Yah,aku akan melewatinya demi senyum itu!
Terima kasih yaa Allah, ENGKAU tunjukkan padaku ada yg lebih penting dari segalanya yg sekarang menghadangku..
Senyum Ibu- ^_^
Aku baru tahu jawabnya.. setelah hampir saja aku melupakan sesuatu.
Senyum seseorang, yg membuatku tau harus bagaimana aku menyikapi semua.
Senyum cantik itu...
Senyum di wajahnya yg sebenarnya lebih lelah dariku...
Ya... senyum di wajah mentariku, matahari kehidupanku... Malaikatku di dunia ini..
Malam tadi, usai senja yang mengatup sempurna. . . Ia merebahkan tubuhnya tepat disebelahku. Menghirup nafas panjangnya, merasa lelah. Tentu saja,lebih lelah dariku. Bayangkan saja, tak hanya 1 masalah ia hadapi. Aku,keuangan,keluarga,rumah,kerabat2,dan lain-lain adalah wujud nyata bebannya. Tapi ia tak sepertiku..
Yang begitu mudahnya 'ambruk' karena hampir putus asa menghadapi SATU masalah saja. Ia tak sepertiku yg gampang merengek atau mengeluh. . .
Moment favoritku, yah benar...aku sengaja menatap wajah itu lumayan lama. Ia pulas, terlelap.. tapi ada satu yang mengganjal tapi menarik. Ia tersenyum dalam tidurnya! Sungguh, dia tersenyum. Cantik sekali,kawan. Kau tahu,bahkan lebih cantik dariku (haha...tentu saja bodoh!)
Sejak detik itulah,aku sadar sesuatu...
Aku akan berhenti 'merengek' atas takdir-Nya.. demi senyum itu, aku akan berjalan melewati lorong gelap yg disajikan kehidupan untukku. Yah,aku akan melewatinya demi senyum itu!
Terima kasih yaa Allah, ENGKAU tunjukkan padaku ada yg lebih penting dari segalanya yg sekarang menghadangku..
Senyum Ibu- ^_^
Selasa, 15 November 2011
Wanna Give Up :-(
Dzulhijjah, 20 1432 H.
Aku kembali sejenak.. tapi dalam keadaan tak berpijar. Sama sekali,tak ada setitik cahaya putih yg kutemukan sekarang. Yang kulihat hanya lorong senyap yang gelap dihadapanku. Itukah yg disuguhkan? Itukah gerbang awal yg musti kulalui?
Aku sulit mengartikan definisi semangat.. Sulit sekali mencerna kata 'bangkit'..
Kau tau kawan, rasanya di kepala ini . . . tak terperikan menjabarkannya.
Aku sendiri bingung.. apalagi kalian?
Aku sekarang butuh jawaban... bukan pertanyaan !
Jangan menanyaiku tentang apapun... Karena bagiku, pertanyaan dari 'mereka' yg tak mengerti aku adalah jadam terpahit. Duri tersakit.
Pertanyaan yg menghunjam . . . Tolong, menjauhlah dariku. Bukan kau yg kucari,tp sebuah jawaban.
Aku lelah yaa Robbi... sangat2 lelah...
Aku tak ingin dan tak pernah bermaksud membuat 2 matahariku kehilangan senyum kebanggaannya. Yang mana senyum2 itu adalah semangat terbesarku.
Aku ingin bertemu dengan 'pesuruh' Robb-ku tuk mengambil jiwa ini . . . Kudengar,sedikit sakit... Bagiku tak apa sakit sebentar setelah itu tak akan lagi merasakan sakit.
Setelah kulontarkan kata2 itu, kalian pasti memarahiku. . . Bisa kutebak,bahkan mungkin ada yg blg itu kalimat orang yg putus asa.
Kalian tau, apa putus asa itu?
Adalah perasaan dimana saat kalian terhempas,terpuruh,bahkan tersungkur oleh suatu peristiwa yg familiar dengan cobaan hidup lalu muncul dorongan tuk bangkit lebih kuat,lalu kalian bangkit dengan semangat yg berkobar. Tapi setelah itu..kalian dihempaskan kembali oleh takdir,begitu seterusnya.
Perasaan lelah yg muncul... tak terbendungkan. Lelah menyeka titik2 air di sudut mata,atau sejenisnya.
Sejatinya,dari lubuk yg terdalam aku sadar,bahwa Robb-ku tak suka aku yg seperti ini.. Bahkan telah di firmankan-Nya.. "Wa laa taiasuu..."
Namun inilah aku...
Tenanglah kawan,aku tak apa.. Sure,hanya ingin rehat sejenak. Yg sering kulakukan saat2 seperti ini adalah aku sering membaca beberapa kutipan kalimat dr sebuah novel. Daun yg Jatuh Tak Pernah Membenci Angin.
“Tania, kehidupan harus berlanjut. Ketika kau kehilangan semangat, ingatlah kata-kataku dulu. Kehidupan ini seperti daun yang jatuh... Biarkanlah angin yang menerbangkannya...” (70)
“Dalam urusan perasaan, di mana-mana orang jauh lebih pandai ‘menulis’ dan ‘bercerita’ dibandingkan saat ‘praktik’ di lapangan. (174)
“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Bahwa hidup harus menerima... penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti... pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami... pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, dan pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Tak ada yang perlu disesali. Tak ada yang perlu ditakuti. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawanya pergi entah ke mana. Dan kami akan mengerti, kami akan memahami... dan kami akan menerima” (197)
“Lebih baik menunggu. Kau tidak ingin terjebak oleh kebaikan itu sendiri. Ada banyak kebaikan yang justru berbalik menikam, menyakitkan pemberinya.” (213)
“Pria selalu punya ruang tersembunyi di hatinya. Tak ada yang tahu, bahkan percayakah kau, ruang sekecil itu jauh lebih absurd daripada seorang wanita terabsurd sekalipun.” (213)
“Dia memandang lamat-lamat sepotong kehidupan itu. Menjahitnya. Membuat pakaian masa depan yang rapuh dari semua masa lalu yang getas" (221).
“Orang yang memendam perasaan sering kali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta" (227).
Aku kembali sejenak.. tapi dalam keadaan tak berpijar. Sama sekali,tak ada setitik cahaya putih yg kutemukan sekarang. Yang kulihat hanya lorong senyap yang gelap dihadapanku. Itukah yg disuguhkan? Itukah gerbang awal yg musti kulalui?
Aku sulit mengartikan definisi semangat.. Sulit sekali mencerna kata 'bangkit'..
Kau tau kawan, rasanya di kepala ini . . . tak terperikan menjabarkannya.
Aku sendiri bingung.. apalagi kalian?
Aku sekarang butuh jawaban... bukan pertanyaan !
Jangan menanyaiku tentang apapun... Karena bagiku, pertanyaan dari 'mereka' yg tak mengerti aku adalah jadam terpahit. Duri tersakit.
Pertanyaan yg menghunjam . . . Tolong, menjauhlah dariku. Bukan kau yg kucari,tp sebuah jawaban.
Aku lelah yaa Robbi... sangat2 lelah...
Aku tak ingin dan tak pernah bermaksud membuat 2 matahariku kehilangan senyum kebanggaannya. Yang mana senyum2 itu adalah semangat terbesarku.
Aku ingin bertemu dengan 'pesuruh' Robb-ku tuk mengambil jiwa ini . . . Kudengar,sedikit sakit... Bagiku tak apa sakit sebentar setelah itu tak akan lagi merasakan sakit.
Setelah kulontarkan kata2 itu, kalian pasti memarahiku. . . Bisa kutebak,bahkan mungkin ada yg blg itu kalimat orang yg putus asa.
Kalian tau, apa putus asa itu?
Adalah perasaan dimana saat kalian terhempas,terpuruh,bahkan tersungkur oleh suatu peristiwa yg familiar dengan cobaan hidup lalu muncul dorongan tuk bangkit lebih kuat,lalu kalian bangkit dengan semangat yg berkobar. Tapi setelah itu..kalian dihempaskan kembali oleh takdir,begitu seterusnya.
Perasaan lelah yg muncul... tak terbendungkan. Lelah menyeka titik2 air di sudut mata,atau sejenisnya.
Sejatinya,dari lubuk yg terdalam aku sadar,bahwa Robb-ku tak suka aku yg seperti ini.. Bahkan telah di firmankan-Nya.. "Wa laa taiasuu..."
Namun inilah aku...
Tenanglah kawan,aku tak apa.. Sure,hanya ingin rehat sejenak. Yg sering kulakukan saat2 seperti ini adalah aku sering membaca beberapa kutipan kalimat dr sebuah novel. Daun yg Jatuh Tak Pernah Membenci Angin.
“Tania, kehidupan harus berlanjut. Ketika kau kehilangan semangat, ingatlah kata-kataku dulu. Kehidupan ini seperti daun yang jatuh... Biarkanlah angin yang menerbangkannya...” (70)
“Dalam urusan perasaan, di mana-mana orang jauh lebih pandai ‘menulis’ dan ‘bercerita’ dibandingkan saat ‘praktik’ di lapangan. (174)
“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Bahwa hidup harus menerima... penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti... pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami... pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, dan pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Tak ada yang perlu disesali. Tak ada yang perlu ditakuti. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawanya pergi entah ke mana. Dan kami akan mengerti, kami akan memahami... dan kami akan menerima” (197)
“Lebih baik menunggu. Kau tidak ingin terjebak oleh kebaikan itu sendiri. Ada banyak kebaikan yang justru berbalik menikam, menyakitkan pemberinya.” (213)
“Pria selalu punya ruang tersembunyi di hatinya. Tak ada yang tahu, bahkan percayakah kau, ruang sekecil itu jauh lebih absurd daripada seorang wanita terabsurd sekalipun.” (213)
“Dia memandang lamat-lamat sepotong kehidupan itu. Menjahitnya. Membuat pakaian masa depan yang rapuh dari semua masa lalu yang getas" (221).
“Orang yang memendam perasaan sering kali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta" (227).
Rabu, 02 November 2011
Pelangiku
Dia bnr2 terlihat berubah.. dari segi manapun, dia bukan yg kukenal dulu. Yg selalu membuatku ceria, bahkan dalam pertengkaran yg sering kami alami pun ada sebersit rindu . Tp mgkin skrg baginya sudah beda, meski kita HANYA TEMAN BIASA.
Namun...
Aku masih mencari-cari sosok pelangiku yg dulu. Tuhan, kembalikan dia yg dlu..
Tapi...
Jika perubahannya yg demikian membuatnya bahagia atau bahkan itu memang yg terbaik buatnya dan buat kami, maka bantulah aku bersikap ikhlas Tuhan..
Semoga, engkau mengerti..
dan, dalam tiap 'pengaduanku' pada-Nya.. tak pernah ku lupa menyelipkan namamu..
#untuk seseorang yg dulu kupinta memanggilku "nok"
Namun...
Aku masih mencari-cari sosok pelangiku yg dulu. Tuhan, kembalikan dia yg dlu..
Tapi...
Jika perubahannya yg demikian membuatnya bahagia atau bahkan itu memang yg terbaik buatnya dan buat kami, maka bantulah aku bersikap ikhlas Tuhan..
Semoga, engkau mengerti..
dan, dalam tiap 'pengaduanku' pada-Nya.. tak pernah ku lupa menyelipkan namamu..
#untuk seseorang yg dulu kupinta memanggilku "nok"
Jumat, 30 September 2011
iLaLLiqo' All . .
30 September 2011 . .
Penghujung September, masih berharap tetap ceria.. Sahabat, Ahad ini aku berangkat. Melangkah ke tempat yg sangat2 ku cita2kan.. Ke tempat yg insyaa Allah memberikanku banyak 'ilmu nafi', ke tempat yg mnjdi penentuanku. Bismillaahirrochmaanirrochiim . . . . aku datang PTYQ putri Kudus.. aku, yg bukan siapa2 pada awalnya berjanji akan menjadi sosok yg berguna. Aku datang, menuju-mu karena-Nya semata. Semoga Allah slalu melindungiku. Sahabat, do'akan aku yah...
Laily harus bisaaaa!! SEMANGAT SEMANGAT SEMANGAT !!! CHAAYYOOO!
Met b'jumpa di lain kesempatan ya semua.. *akan sangat merindukan kalian yg mengenalku dgn baik.
Penghujung September, masih berharap tetap ceria.. Sahabat, Ahad ini aku berangkat. Melangkah ke tempat yg sangat2 ku cita2kan.. Ke tempat yg insyaa Allah memberikanku banyak 'ilmu nafi', ke tempat yg mnjdi penentuanku. Bismillaahirrochmaanirrochiim . . . . aku datang PTYQ putri Kudus.. aku, yg bukan siapa2 pada awalnya berjanji akan menjadi sosok yg berguna. Aku datang, menuju-mu karena-Nya semata. Semoga Allah slalu melindungiku. Sahabat, do'akan aku yah...
Laily harus bisaaaa!! SEMANGAT SEMANGAT SEMANGAT !!! CHAAYYOOO!
Met b'jumpa di lain kesempatan ya semua.. *akan sangat merindukan kalian yg mengenalku dgn baik.
Senin, 12 September 2011
Yang kubisa semata untuk mereka
12 September 2011 . . .
Tepat pukul 09.30 tadi.. berdua dengan beliau. Niatku mulai ku usung,memantapkan diri,optimis bahwa aku bisa.
Tapi..
Jujur.......
Itu sulit,kawan..! Aku tipe orang yg mudah minder,mudah nervous,dll.. yg kesemuanya itu beliau slalu tahu bahwa begitulah kondisiku.
Kami turun dari becak pagi tadi. Hatiku semakin nggak karuan,kaki rasanya ingin kembali pulang saja. Tp di sudut hati ada suara yg bergumam, "kau sudah maju,li..haram untukmu untuk mundur."
Kami berdua langsung menuju ndalem pondok. Di dalam sana,ada orang2 pilihan yg bagiku super hebat. Aku ingin menjadi bagian dari mereka yaa Robb..
Di dalam sudah ramai, hampir sesak. Dipenuhi oleh para wali dan bu nyai. Setelah sebentar berbincang sapa,bu nyai mempersilakanku untuk masuk ruang test. Di dalam,aku disambut 2 kakak santri lengkap dgn 3 buah meja kecil didepannya. Saat aku masuk,ternyata ada 1 teman yg sama dari Aliyah yg sm denganku. Aku lupa namanya (saking nervous-nya). Kakak yg ada didepanku menyuruhku mengeluarkan persyaratan,dan ternyata aku sedikit salah langkah. Seharusnya,sebelum aku masuk ruang test ini, terlebih dulu ke kantor pondok untuk mengisi formulir. Lalu,kakak itu menyarankanku untuk kembali sejenak. Aku dan beliau pun langsung cekatan menuju ruang kantor. Setelah semuanya beres,kami kembali ke ndalem lagi. Dengkulku rasanya mau copot kawan sebelum masuk ruang test itu lagi. Yg kutahu cm 1 membaca Surat Al-Insyiroh berulang-ulang untuk menenangkan hatiku. Bismillah.....
Lalu,kakak yg tadi mempersilakan aku duduk di depannya untuk diuji olehnya.
Beginning........!!
Test pertama ternyata test lisan.. Kakak itu membuka pertengahan AlQur'an..lalu menyuruhku membacanya.
Yg kutanamkan dari awal cuma 1, ojo grusa grusu,alon2 tapi kudu tartil lan bener. Hoho.. ternyata aku dapat salah satu ayat tentang saktah. Kubaca saja sambil hatiku tersenyum. Kemudian,kakak itu membolak-balik muschafnya lagi. Hm...kali ini ia menyuguhiku dengan bacaan imalah. Aku masih tersenyum dalam hati. Kemudian,terakhir ia menyodoriku ayat "Kaanat qowaariiroo...". Alhamdulillah,semua masih terkendali. Hatiku agak sedikit leluasa degupnya.
Next,aku disuruh bergeser ke kakak yg disebelahnya. Masih test lisan. Kali ini pasti pengetahuan tajwid. Aku masih sibuk menenangkan diri agar aku tdk grogi. Karena kalau grogi,otomatis apa yg kupelajari bisa sirna.
Kakak itu menatapku tajam. Satu pertanyaan,dua pertanyaan,tiga pertanyaan,empat pertanyaan terlewati. Tp pertanyaan yg kelima membuatku mati kutu.
"Ada berapa bacaan di Al-Qur'an yg boleh atau tidak dibaca saktah?"
Haaa?? Setahuku bacaan saktah ya ada 4 itu... Waduh,bodohnya aku... Kuputar ulang lagi yg kupelajari,. Hampir ketemu... aku ingat ada pembahasan itu yg kupelajari,. Tapi.........aku lupa! #sama aja bo'ong
Aku pasrah menjawab salah... "Ada 4 mbak.." :-(
Kelar-lah ujian lisannya... Failed satu,yaa Robb... :-(
Next,kakak td memberiku 1 lembar soal tertulis. Aku diberi waktu seperempat jam mengerjakannya. Hm.. semoga lancar!
Kubaca soal yg atas,aku tersenyum. Laju tanganku lancar hingga sepuluh soal. Menginjak yg kesebelas,aku membaca ulang lagi perintah soalnya. Yaaapp..! Yg kutakutkan tentang ini muncul. Duuh..badanku lunglai membaca penggalan ayat2 itu. Ku kerjakan kurang lebih 8menit tersita. Eeehh...ternyata ada 1 soal lagi. Disuruh nulis satu surat utuh!!! Tapi alhamdulillah... Ingatanku berkompromi baik dengan jemariku.
Finish... Alhamdulillah....aku tak sabar keluar setelah mengecheck semuanya. Total yg kugamangkan keshochichan-nya ada 5 soal itu td. Duh gusti...kawulo namung pasrah...sak ba'dane ikhtiyar niki... :(
Aku keluar dengan senyum,bukan senyum buatan. Tapi sungguh, senyuman tulus untuk beliau.
Ibu... beliau yg sejak awal berdiri dibelakangku apapun kondisiku. Beliau motivatorku,belahan jiwaku,matahariku..segalaku. Untuknya... nyawaku kuberi. Ia selalu menyemangatiku,bagaimanapun nakalnya aku...sering bantah,sering tak patuh... Tapi beliau tetap saja tulus mencintaiku.
Aku ingin menjadi buah hati yg bisa membuatnya merasa tak menyesal melahirkanku,merawatku,dan mendidikku selama 19th ini.
Ku juangkan apapun untuknya,untuk mereka yg benar-benar tulus padaku. Dan kukatakan pada-Mu yaa Robb, "...yang kubisa hanya ini. Semampuku,semaksimal usaha yg kulakukan. Yang kubisa hanya ini untuk mereka. Sekarang, giliran do'a yg harus menjadi sahabatku! Ini belum berakhir,justru baru awal! Bukan buatku,tapi untuk mereka."
Have a nice day kawan... "Seindah apapun rencana kita,JAUH LEBIH INDAH dari rencana Allah untuk kita. Keep spirit!" ^tabassum^
to be continue until Sept, 25 '11.
Tepat pukul 09.30 tadi.. berdua dengan beliau. Niatku mulai ku usung,memantapkan diri,optimis bahwa aku bisa.
Tapi..
Jujur.......
Itu sulit,kawan..! Aku tipe orang yg mudah minder,mudah nervous,dll.. yg kesemuanya itu beliau slalu tahu bahwa begitulah kondisiku.
Kami turun dari becak pagi tadi. Hatiku semakin nggak karuan,kaki rasanya ingin kembali pulang saja. Tp di sudut hati ada suara yg bergumam, "kau sudah maju,li..haram untukmu untuk mundur."
Kami berdua langsung menuju ndalem pondok. Di dalam sana,ada orang2 pilihan yg bagiku super hebat. Aku ingin menjadi bagian dari mereka yaa Robb..
Di dalam sudah ramai, hampir sesak. Dipenuhi oleh para wali dan bu nyai. Setelah sebentar berbincang sapa,bu nyai mempersilakanku untuk masuk ruang test. Di dalam,aku disambut 2 kakak santri lengkap dgn 3 buah meja kecil didepannya. Saat aku masuk,ternyata ada 1 teman yg sama dari Aliyah yg sm denganku. Aku lupa namanya (saking nervous-nya). Kakak yg ada didepanku menyuruhku mengeluarkan persyaratan,dan ternyata aku sedikit salah langkah. Seharusnya,sebelum aku masuk ruang test ini, terlebih dulu ke kantor pondok untuk mengisi formulir. Lalu,kakak itu menyarankanku untuk kembali sejenak. Aku dan beliau pun langsung cekatan menuju ruang kantor. Setelah semuanya beres,kami kembali ke ndalem lagi. Dengkulku rasanya mau copot kawan sebelum masuk ruang test itu lagi. Yg kutahu cm 1 membaca Surat Al-Insyiroh berulang-ulang untuk menenangkan hatiku. Bismillah.....
Lalu,kakak yg tadi mempersilakan aku duduk di depannya untuk diuji olehnya.
Beginning........!!
Test pertama ternyata test lisan.. Kakak itu membuka pertengahan AlQur'an..lalu menyuruhku membacanya.
Yg kutanamkan dari awal cuma 1, ojo grusa grusu,alon2 tapi kudu tartil lan bener. Hoho.. ternyata aku dapat salah satu ayat tentang saktah. Kubaca saja sambil hatiku tersenyum. Kemudian,kakak itu membolak-balik muschafnya lagi. Hm...kali ini ia menyuguhiku dengan bacaan imalah. Aku masih tersenyum dalam hati. Kemudian,terakhir ia menyodoriku ayat "Kaanat qowaariiroo...". Alhamdulillah,semua masih terkendali. Hatiku agak sedikit leluasa degupnya.
Next,aku disuruh bergeser ke kakak yg disebelahnya. Masih test lisan. Kali ini pasti pengetahuan tajwid. Aku masih sibuk menenangkan diri agar aku tdk grogi. Karena kalau grogi,otomatis apa yg kupelajari bisa sirna.
Kakak itu menatapku tajam. Satu pertanyaan,dua pertanyaan,tiga pertanyaan,empat pertanyaan terlewati. Tp pertanyaan yg kelima membuatku mati kutu.
"Ada berapa bacaan di Al-Qur'an yg boleh atau tidak dibaca saktah?"
Haaa?? Setahuku bacaan saktah ya ada 4 itu... Waduh,bodohnya aku... Kuputar ulang lagi yg kupelajari,. Hampir ketemu... aku ingat ada pembahasan itu yg kupelajari,. Tapi.........aku lupa! #sama aja bo'ong
Aku pasrah menjawab salah... "Ada 4 mbak.." :-(
Kelar-lah ujian lisannya... Failed satu,yaa Robb... :-(
Next,kakak td memberiku 1 lembar soal tertulis. Aku diberi waktu seperempat jam mengerjakannya. Hm.. semoga lancar!
Kubaca soal yg atas,aku tersenyum. Laju tanganku lancar hingga sepuluh soal. Menginjak yg kesebelas,aku membaca ulang lagi perintah soalnya. Yaaapp..! Yg kutakutkan tentang ini muncul. Duuh..badanku lunglai membaca penggalan ayat2 itu. Ku kerjakan kurang lebih 8menit tersita. Eeehh...ternyata ada 1 soal lagi. Disuruh nulis satu surat utuh!!! Tapi alhamdulillah... Ingatanku berkompromi baik dengan jemariku.
Finish... Alhamdulillah....aku tak sabar keluar setelah mengecheck semuanya. Total yg kugamangkan keshochichan-nya ada 5 soal itu td. Duh gusti...kawulo namung pasrah...sak ba'dane ikhtiyar niki... :(
Aku keluar dengan senyum,bukan senyum buatan. Tapi sungguh, senyuman tulus untuk beliau.
Ibu... beliau yg sejak awal berdiri dibelakangku apapun kondisiku. Beliau motivatorku,belahan jiwaku,matahariku..segalaku. Untuknya... nyawaku kuberi. Ia selalu menyemangatiku,bagaimanapun nakalnya aku...sering bantah,sering tak patuh... Tapi beliau tetap saja tulus mencintaiku.
Aku ingin menjadi buah hati yg bisa membuatnya merasa tak menyesal melahirkanku,merawatku,dan mendidikku selama 19th ini.
Ku juangkan apapun untuknya,untuk mereka yg benar-benar tulus padaku. Dan kukatakan pada-Mu yaa Robb, "...yang kubisa hanya ini. Semampuku,semaksimal usaha yg kulakukan. Yang kubisa hanya ini untuk mereka. Sekarang, giliran do'a yg harus menjadi sahabatku! Ini belum berakhir,justru baru awal! Bukan buatku,tapi untuk mereka."
Have a nice day kawan... "Seindah apapun rencana kita,JAUH LEBIH INDAH dari rencana Allah untuk kita. Keep spirit!" ^tabassum^
to be continue until Sept, 25 '11.
Langganan:
Postingan (Atom)



