Nikmati saja perjalanan skenario-Nya untuk kita. Cuma sebentar.. Kata orang Jawa "mampir ngombe" yg artinya "mampir minum". Jalankan saja peranmu sbg aktor-Nya dgn baik serta selaras syari'ah-Nya. Innallaaha ma'anaa ^_^
Selasa, 26 Juli 2011
Friendship is a precious thing in my life.. Friendship is you,dear. Friendship, i really save it. You make me know 'bout love,sacrifice,happiness,sadness,and each other thing in the world. Ulya,Ima,Anis,Khofy.. actually, there is still a good someone again. But,sorry.. Now,i can't considering him be a good friend. You know the reasons. This photo, i believe Allah always save us,always loves us.But.. *hadoh,aku kangelan gawe kata2ne ukh,wis suwi ora nge-british bareng Anis rhe..Mbuh,susunan vocab'e amburadul*
But.. i know that i love u,and u love me. *ai en yu,lop2an..hehe*
Mpun ah,tak bisa menjabarkannya lagi dalam susunan kata. Kata itu terbatas,tapi persahabatan..TIDAK. Semoga Allah melanggengkan persahabatan kita hingga kelak di surga-Nya.
Last, i wanna say goodbye..Hanya sementara, I'll be back.. Entah kapan,sak kersane gusti Allah. Yg terpenting,saling mendo'akan. Untuk sahabat2 yg tak tersebutkan (Nia,Chanin,Lutfi).. i miss u too. ^_^
Untuk Ima dan Khopi : Selamat menjalani masa2 OSPEK yg melelahkan,haha.. Ops!Bukan mksud hati bahagia diatas penderitaan kalian lho yah! Tarbiyah community, must be strong! Gak boleh cengeng kayak aku.. Wait me 2/3 years later.. I wanna be with you.
Untuk Kakanda (ukhti Anis) : Wah..waahh..aku ketinggalan selangkah darimu. Mungkin kamu yg berhak ketemu miss Ifa dengan membawa gelar 'cumlaude english'. Congrats Anis, jalanmu memang di English. Tetep bs jadi guru kok.. Yaqin mawon. Kelak,kalau aku tiba2 ngawur nge-british tolong dibenahi yak..
Untuk Adinda (mbok Ul) : Hmm..wanna be bussiness's girl yah? Always support u,mbok! Dasar adinda yg klasik, kamu yg paling bikin aku kangen! UNNES adem kok ti, tambah putih aja ntar..Hoho,siapa tahu?ayo,lomba putih2an sama aku? *langsung menundukkan kpla smbil mengibarkan bendera putih. Ulye,mau ngomong apa ye? Hm,must be careful aja,jaga diri disana.. Tetep jd adinda yg kyk skrg, gak boleh berubah jd yg lebih jelek..! Sholatnya jgn lupa.. ndak usah ikut kegiatan2 yg aneh.. Pulang kuliah langsung pulang aja.
Pesan umumnya, BE a STRONG MUSLIMAH. Apa itu? Yakni,muslimah yg bisa jaga diri,muslimah yg saling mengingatkan (bukan cm untuk sahabatnya,tapi jg untuk muslimah2 disekitar kita), muslimah yg senantiasa tawakkal,sabar,ikhlas,meski kita tahu tidak mudah menjalaninya,muslimah yg seperti kupu2 selalu mempesona tiap pemandangnya, muslimah yg seperti pelangi memberikan warna-warna menakjubkan bagi siapapun, muslimah yg seperti seorang ibu; mengasihi tanpa mengharap imbalan.. dan,muslimah yg seperti bintang memberi cahaya tiap makhluq meski terkadang redup.
Ukhti.. Aku mohon diri,ojo lali di dongake ben aku krasan... gak nangisan... gak ngantukan.. dll.. Hehehe *mesti Ima ngakak moco tulisan 'gak ngantukan', ikhlas sajalah dikau selalu mengejekku putri tidur! :-(
Since 2 years ago, i found you dear.. i found peoples who told me 'bout life, teach me 'bout everythings.
See u next time, ilal liqo'.. Saling menjaga komunikasi lho ya, ojo gengsi nek ameh sms dhisik. ^_^
Wassalaamu'alaikum..
Ukhibbuki fillah and lillah.. ^).(^
Sabtu, 16 Juli 2011
Kupasang earphone untuk mengusir galauku malam ini. Walkman usang yg kubeli empat tahun lalu kupegang erat. Lantunan lagu dari Ada Band,sedikit membuatku terhenyak. Stasiun radio ini memutar request lagu berjudul Manusia Bodoh.
Mencoba bertahan sekuat hati, layaknya karang yang dihempas sang ombak. Jalani hidup dalam buai belaka, serahkan cinta tulus di dalam takdir. Tapi sampai..kapankah ku harus menanggungnya, kutukan cinta ini.. Bersemayam dalam kalbu.
"Okay pendengar setia station Twenty One, itu tadi lagu permintaan dari sahabat kita yg di daerah Ungaran sana. Buat Badai yang pake nama samaran,thanks udah gabung dengan kita. Let's check in sms selanjutnya..!" sepenggal kata dari penyiar itu membuyarkan lamunanku tentang lagu Manusia Bodoh. Dia menyebut Badai? Nama samaran? Kenapa saraf memori otakku kembali mendengungkan satu nama. Akmal? Yach,teman satu pondok denganku dulu mempunyai nama samaran Badai,dan dia berdomisili di Semarang sekarang ini. Tapi,apa mungkin benar Akmal? Kenapa begitu tepat saat lagu Manusia Bodoh berkumandang, sebelumnya satu nama telah hadir di logika-ku, Qotrunnada Syaza (Tetesan Embun Keharuman). Ya, Nada. Perempuan yang kukenal dua setengah tahun lalu,kini tiba-tiba menghilang. Lenyap sama halnya dengan Akmal,karibku selama 3 tahun. Setelah kelulusan,kami melanjutkan hidup masing-masing. Akmal dengan impiannya menjadi seorang novelis, Nada yang menggebu ingin menjadi seorang perawat, dan aku yang memiliki impian sebagai seorang guru di madrasah-madrasah terpencil. Seusai muwadda'ah seharian itu, Akmal memelukku erat.
"Ku tunggu kabar gembira darimu dengan Nada,sob."
Hatiku rasanya bak ditusuk duri olehnya. Sindiran yg menyakitkan di hari perpisahan ini. Kupegang bahunya,
"Sampeyan masih marah sama aku,Mal? Nada bukan siapa-siapaku."
"Tapi sampeyan,Vin,sangat berarti buat Nada. Tenang,mana mungkin aku marah sama sampeyan. Kayak ndak tahu siapa aku aja,Vin. Okay,jangan lupa kasih e-mail begitu udah beli nomor baru yah.. Aku packing dulu,sejam lagi dijemput sama pakdhe.Assalamu'alaikum,bro!"
"Mal..tunggu.."tapi ia melenggang meninggalkanku.
"Wa'alaikumussalam warochmatullah.."jawabku lirih.
Malam harinya, di kamar pondok berdua dengan seniorku,Mas Tamam yang sedang asyik nderes,tiba-tiba kedatangan seorang tamu asing.
"Assalamu'alaikum..Mas Alvin wonten (ada) ?"
"Wa'alaikumussalam.."jawabku dan mas Tamam bareng.
"Kulo Alvin,sampeyan sinten nggih (saya Alvin,kamu siapa ya)?"
"Kulo Rifqi,adikke mas Akmal,saking pondok remaja. (saya Rifqi adiknya mas Akmal dari pondok remaja)."
"Ooh,Akmal.. masuk dek..monggo masuk." mas Tamam mempersilahkan.
"Kenapa dek, barangnya mas Akmal ada yang ketinggalan?" tanyaku.
"Mboten mas (tidak mas), saya cuma ingin bicara berdua sebentar sama mas.. Saget (bisa)?"
Keningku berkerut.
"Hm..ya udah,ayok ke depan. Kalau disini kasihan mas Tamam lagi nderes." aku tersenyum ke arah mas Tamam yang nderesnya terhenti sejenak.
"Monggo-monggo...disekeca'aken mawon." ujar mas Tamam.
Di depan kamar yang sunyi, kami duduk lesehan. Agak lama dek Rifqi diam. Aku tambah penasaran ada urusan apa adiknya Akmal mencariku. Rifqi lebih muda dariku setahun,aku ingat Akmal pernah bercerita tentang Rifqi.
"Mas Alvin kenal mbak Nada 'kan?"
Aku terhenyak. Nada lagi..?
"Na'am dek, dia teman sekaligus muridku di diniyah malam. Ada apa ya?"tanyaku penasaran.
"Mas Alvin juga tahu tho bagaimana perasaan mas Akmal ke mbak Nada?"
"Hm..ya,tahu."
"Ma'af sebelumnya mas, saya ndak bermaksud nyalahke siapapun dalam hal ini. Tapi..ada satu hal yang belum sampeyan ketahui dari mas Akmal dan mbak Nada. Mereka itu sudah dijodohkan sama Abah sejak mereka masih kecil. Dari RA-MTs mereka disekolahkan di madrasah yang sama. Hanya saja,saat Aliyah Abah dawuh (memerintah) agar mereka mulai dipisah tapi masih dalam kota yang sama. Eh..malah kebetulan mereka bukan saja satu kota,tapi satu yayasan pondoknya. Dan mulai kelas 1 Aliyah,mereka sudah sama-sama tahu kalau mereka itu dijodohkan sama Abah. Kedua keluarga sudah saling sepakat,begitu pula mbak Nada. Awalnya,dia tak merespon. Tapi dengan perantara ummi-nya,mbak Nada menyetujui perjodohan itu. Ini semua mas..ini semua kami rahasiakan dari siapapun. Maka dari itu,jangan heran mas,kalau mas yang sebagai sahabat mas Akmal tidak pernah dikasih tahu tentang hal ini. Sungguh mas, Rifqi sama sekali tidak mengarang cerita. Ini benar adanya, tapi kalau sampeyan masih belum bisa percaya... Rifqi bisa telefonkan orang rumah sekarang." jelasnya panjang lebar.
Dunia seakan menghujaniku dengan duri. Kenyataan pahit yang musti kudapat. Akmal dan Nada, dua orang yang membuatku benar-benar merasa amat bersalah. Di satu sisi,aku tak bisa menyalahkan Akmal yang bungkam tentang semua ini. Aku sadar,Akmal seorang 'gus'. Dari kalangan kyai gedhe di Semarang. Tentu saja aku faham jika masalah seperti ini ia rahasiakan. Tapi Nada? Seolah aku tak percaya ia bisa setega itu padaku. Pada Akmal. Pada hatiku, pada kalbu sahabatku. Pada jiwaku yang rapuh..
Ia beri aku secercah harapan saat aku menyatakan perasaanku lewat surat. Ia bilang "kita jalani saja,aku akan berusaha dan kamu juga". Ia tuliskan kalimat itu di surat balasannya. Apa aku terlalu bodoh mengartikan kalimat itu?Atau..Nada yang bodoh menjabarkan kalimat 'tidak' untukku. Ada apa semua ini yaa Robb? KAU uji aku dengan perasaan bersalah terhadap mereka. Khususnya Akmal. Dia baik terhadapku,tapi aku dengan bodohnya tak sadar telah melukai kalbunya yang terdalam.
Lentera malam..
Katakan pada kunang-kunang,hidupkan cahayaku..
Semangatku pada esok
Punahkan raut-raut kegelisahan tuk pagiku
Dan Tuhan,aku merindu-Mu...
To be continue.. ^_^
Mencoba bertahan sekuat hati, layaknya karang yang dihempas sang ombak. Jalani hidup dalam buai belaka, serahkan cinta tulus di dalam takdir. Tapi sampai..kapankah ku harus menanggungnya, kutukan cinta ini.. Bersemayam dalam kalbu.
"Okay pendengar setia station Twenty One, itu tadi lagu permintaan dari sahabat kita yg di daerah Ungaran sana. Buat Badai yang pake nama samaran,thanks udah gabung dengan kita. Let's check in sms selanjutnya..!" sepenggal kata dari penyiar itu membuyarkan lamunanku tentang lagu Manusia Bodoh. Dia menyebut Badai? Nama samaran? Kenapa saraf memori otakku kembali mendengungkan satu nama. Akmal? Yach,teman satu pondok denganku dulu mempunyai nama samaran Badai,dan dia berdomisili di Semarang sekarang ini. Tapi,apa mungkin benar Akmal? Kenapa begitu tepat saat lagu Manusia Bodoh berkumandang, sebelumnya satu nama telah hadir di logika-ku, Qotrunnada Syaza (Tetesan Embun Keharuman). Ya, Nada. Perempuan yang kukenal dua setengah tahun lalu,kini tiba-tiba menghilang. Lenyap sama halnya dengan Akmal,karibku selama 3 tahun. Setelah kelulusan,kami melanjutkan hidup masing-masing. Akmal dengan impiannya menjadi seorang novelis, Nada yang menggebu ingin menjadi seorang perawat, dan aku yang memiliki impian sebagai seorang guru di madrasah-madrasah terpencil. Seusai muwadda'ah seharian itu, Akmal memelukku erat.
"Ku tunggu kabar gembira darimu dengan Nada,sob."
Hatiku rasanya bak ditusuk duri olehnya. Sindiran yg menyakitkan di hari perpisahan ini. Kupegang bahunya,
"Sampeyan masih marah sama aku,Mal? Nada bukan siapa-siapaku."
"Tapi sampeyan,Vin,sangat berarti buat Nada. Tenang,mana mungkin aku marah sama sampeyan. Kayak ndak tahu siapa aku aja,Vin. Okay,jangan lupa kasih e-mail begitu udah beli nomor baru yah.. Aku packing dulu,sejam lagi dijemput sama pakdhe.Assalamu'alaikum,bro!"
"Mal..tunggu.."tapi ia melenggang meninggalkanku.
"Wa'alaikumussalam warochmatullah.."jawabku lirih.
Malam harinya, di kamar pondok berdua dengan seniorku,Mas Tamam yang sedang asyik nderes,tiba-tiba kedatangan seorang tamu asing.
"Assalamu'alaikum..Mas Alvin wonten (ada) ?"
"Wa'alaikumussalam.."jawabku dan mas Tamam bareng.
"Kulo Alvin,sampeyan sinten nggih (saya Alvin,kamu siapa ya)?"
"Kulo Rifqi,adikke mas Akmal,saking pondok remaja. (saya Rifqi adiknya mas Akmal dari pondok remaja)."
"Ooh,Akmal.. masuk dek..monggo masuk." mas Tamam mempersilahkan.
"Kenapa dek, barangnya mas Akmal ada yang ketinggalan?" tanyaku.
"Mboten mas (tidak mas), saya cuma ingin bicara berdua sebentar sama mas.. Saget (bisa)?"
Keningku berkerut.
"Hm..ya udah,ayok ke depan. Kalau disini kasihan mas Tamam lagi nderes." aku tersenyum ke arah mas Tamam yang nderesnya terhenti sejenak.
"Monggo-monggo...disekeca'aken mawon." ujar mas Tamam.
Di depan kamar yang sunyi, kami duduk lesehan. Agak lama dek Rifqi diam. Aku tambah penasaran ada urusan apa adiknya Akmal mencariku. Rifqi lebih muda dariku setahun,aku ingat Akmal pernah bercerita tentang Rifqi.
"Mas Alvin kenal mbak Nada 'kan?"
Aku terhenyak. Nada lagi..?
"Na'am dek, dia teman sekaligus muridku di diniyah malam. Ada apa ya?"tanyaku penasaran.
"Mas Alvin juga tahu tho bagaimana perasaan mas Akmal ke mbak Nada?"
"Hm..ya,tahu."
"Ma'af sebelumnya mas, saya ndak bermaksud nyalahke siapapun dalam hal ini. Tapi..ada satu hal yang belum sampeyan ketahui dari mas Akmal dan mbak Nada. Mereka itu sudah dijodohkan sama Abah sejak mereka masih kecil. Dari RA-MTs mereka disekolahkan di madrasah yang sama. Hanya saja,saat Aliyah Abah dawuh (memerintah) agar mereka mulai dipisah tapi masih dalam kota yang sama. Eh..malah kebetulan mereka bukan saja satu kota,tapi satu yayasan pondoknya. Dan mulai kelas 1 Aliyah,mereka sudah sama-sama tahu kalau mereka itu dijodohkan sama Abah. Kedua keluarga sudah saling sepakat,begitu pula mbak Nada. Awalnya,dia tak merespon. Tapi dengan perantara ummi-nya,mbak Nada menyetujui perjodohan itu. Ini semua mas..ini semua kami rahasiakan dari siapapun. Maka dari itu,jangan heran mas,kalau mas yang sebagai sahabat mas Akmal tidak pernah dikasih tahu tentang hal ini. Sungguh mas, Rifqi sama sekali tidak mengarang cerita. Ini benar adanya, tapi kalau sampeyan masih belum bisa percaya... Rifqi bisa telefonkan orang rumah sekarang." jelasnya panjang lebar.
Dunia seakan menghujaniku dengan duri. Kenyataan pahit yang musti kudapat. Akmal dan Nada, dua orang yang membuatku benar-benar merasa amat bersalah. Di satu sisi,aku tak bisa menyalahkan Akmal yang bungkam tentang semua ini. Aku sadar,Akmal seorang 'gus'. Dari kalangan kyai gedhe di Semarang. Tentu saja aku faham jika masalah seperti ini ia rahasiakan. Tapi Nada? Seolah aku tak percaya ia bisa setega itu padaku. Pada Akmal. Pada hatiku, pada kalbu sahabatku. Pada jiwaku yang rapuh..
Ia beri aku secercah harapan saat aku menyatakan perasaanku lewat surat. Ia bilang "kita jalani saja,aku akan berusaha dan kamu juga". Ia tuliskan kalimat itu di surat balasannya. Apa aku terlalu bodoh mengartikan kalimat itu?Atau..Nada yang bodoh menjabarkan kalimat 'tidak' untukku. Ada apa semua ini yaa Robb? KAU uji aku dengan perasaan bersalah terhadap mereka. Khususnya Akmal. Dia baik terhadapku,tapi aku dengan bodohnya tak sadar telah melukai kalbunya yang terdalam.
Lentera malam..
Katakan pada kunang-kunang,hidupkan cahayaku..
Semangatku pada esok
Punahkan raut-raut kegelisahan tuk pagiku
Dan Tuhan,aku merindu-Mu...
To be continue.. ^_^
Selasa, 05 Juli 2011
Assalaamu'alaykum, ikhwah fillaah.. ^_^
Semalem,ada film hindi yg biasa ditayangin di sebuah channel swasta TV Indo. Title-nya "Kal Ho Naa Ho". Tidak asing yah buat pecinta film Hindi ? ? ?
Hoho.. kalau saya netral mawon *aja, asal ada suatu film yg alurnya 'interesting', yaahh..begitulah... Hehehe
Kal Ho Naa Ho,yg artinya SAAT INI,KARENA ESOK BELUM TENTU ADA. Waow..saya penasaran sama filosofi yg terkandung di film tsb. Selama ini saya fikir (just my opinion), film Hindi itu nambah2in dosa kita aja. Lho,kok bisa? Pasti begitu yg ada dibenak sahabat? Yups,tahu sendiri-lah..beberapa produksi film Hindi kebanyakan hanya memamerkan bentuk tubuh mereka yg tak pantas untuk diumbar. Hm,film Hindi identik dgn semua itu. Lakin... *tetapi... Beberapa dr 'mereka' juga tak sedikit yg 'amazing' lho alur ceritanya! (ex; 3 Idiots,My Name Is Khan, Paa,de el el) Nah,ternyata..list film Hindi yg menurutku amazing alur ceritanya nambah 1 lagi!! This it.. KAL HO NAA HO..
Hmm... selain setting film-nya di New York *klo gk salah,Film ini banyak bgt lho mendatangkan bintang tamu (they are;kajol,rani mukherjee,dll). LOVE STORY tentang 3 orang yg awalnya sahabatan; Amman,Naina,dan Rohit. Yaah..sebelumnya aku hampir jenuh nonton ini,karena kufikir paling ceritanya seperti kebanyakan cerita cinta lainnya yg bisa kutebak gimana end-movie nya.. *Haha..sok tahu yah saya? :p
Tapi..ternyata aku yg salah. Alurnya tak bisa kutebak karena aku baru saja nonton film ini sekali. *jangan ada yg ngeledekin loh yah?? Biarin,mending telat drpda tdk sama sekali.. weekk :p
Effort *usaha oleh seorang pria (read;Amman) demi pujaannya,Naina. Heuuu... Bukan ane bermaksud lebay,tapi bener...kujamin,ini beda dari kebanyakan cerita cinta. Ro'yi *menurutku.. sangat sulit menemukan seseorang seperti karakter Amman pd film ini in reality of the world *di dunia nyata. Sepertinya,sahabat udah pernah nonton nih film ya? Okay...okay...i see, aku yg telat...Hehe
Tak usah berpanjang-ria.... Basa-basinya kayaknya sudah melebihi kapasitas *over-capacity..
Jujur...aku jatuh cinta juga pada salah 1 OST-nya yg ber-title sama dgn judul filmnya.
Har Ghadi Badal Raha Hai Roop Zindagi
Chaav Hai Kabhi Kabhi Hai Dhoop Zindagi
Har Pal Yahan
Jee Bhar Jiyo Jo Hai Sama
Kal Ho Na Ho
Har Ghadi Badal Raha Hai Roop Zindagi
Chaav Hai Kabhi Kabhi Hai Dhoop Zidnagi
Har Pal Yahan
Jee Bhar Jiyo Jo Hai Sama
Kal Ho Na Ho
Chaahe Jo Tumhe Poore Dil Se
Milta Hai Woh Mushkil Se
Aisa Jo Koi Kahin Hai
Bas Vahi Sabse Hasin Hai
Us Haath Ko Tum Thaam Lo
Voh Meherbaan Kal Ho Na Ho
Har Pal Yahan
Jee Bhar Jiyo Jo Hai Sama
Kal Ho Na Ho
Palko Ke Leke Saaye
Paas Koi Jo Aaye
Lakh Sambhalo Paagal Dil Ko
Dil Dhadke Hi Jaaye
Par Sochlo Is Pal Hai Jo
Voh Dastan Kal Ho Na Ho
Har Pal Yahan
Jee Bhar Jiyo Jo Hai Sama
Kal Ho Na Ho
Har Pal Yahan
Jee Bhar Jiyo Jo Hai Sama
Kal Ho Na Ho
*translate bil lughotil indunesiyyah
Hidup berubah setiap waktu
Kadang teduh, terkadang penuh cahaya
Jalani hidup berdasarkan isi hatimu
Saat ini, karena esok belum tentu ada
Seseorang yang mencintaimu sepenuh hati
Sangatlah sulit dijumpai
Bila di suatu tempat ada yang seperti itu, orang yang lebih baik dari segalanya,
Raihlah tangannya
Mungkin esok dia tidak lagi mengenalmu
Jalani hidup berdasarkan isi hatimu
Saat ini, karena esok belum tentu ada
Tampak bayangan di matamu,
Ketika seseorang datang mendekat
Lalu kau mencoba menjelaskan tentang isi hatimu yang tergila-gila padanya
Menunjukkan debaran di hatimu
Tapi berfikirlah itu terjadi hari ini
Karena belum tentu cerita ini besok ada
Hidup berubah setiap waktu
Kadang teduh, terkadang penuh cahaya
Jalani hidup berdasarkan isi hatimu
Saat ini, karena esok belum tentu ada
Jalani hidup berdasarkan isi hatimu
Saat ini, karena esok belum tentu ada~~~
@Beranda Inspirasi ^tabassum^ by_Najm El-Lail 01.00p.m
Rabu, July 6 '11
Kamis, 07 April 2011
Menilik ni'mat-Nya,
Yang biasa begadang mempunyai presentase kecil menikmati indahnya sang fajar. Yang terbiasa bangun pagi buta, insyaa Allah beruntung! Bagaimana tidak? coba saja qobla subuh, kalian coba pandangi peralihan warna langit dari hitam pekat menjadi siluet biru tua yang sungguh mempesona! Aku selalu mengagumi sang fajar, tak kalah menarik dengan senja sih.. Tapi lebih memikat fajar. Begitu sempurna Allah 'azza wa jalla menciptakan keindahan semesta.
Kebetulan disamping rumahku ada sebuah kebun kecil, saat masih sepi ba'da subuh aku suka sekali keluar menghirup sejuknya hawa peralihan malam menjadi pagi. Sesekali, masih terdengar suara binatang-binatang kecil yang serasa ikut bertasbih. Daun-daun yang melenggak-lenggok menggeliat manja tatkala dingin pagi menyapa. Di pucuknya, menggantung indah sang embun. Dan kebiasaanku lain yang tak kalah menarik, mendekat ke arah embun tsb lalu menyentuhnya. Dan.....rasakan sensasinya!
Aih, benar-benar....... sang fajar menyihirku. Memaksakan semangat yang tiba-tiba muncul dan keoptimisan yang sungguh luar biasa menghadapi hari nanti, esok,dan selanjutnya. Seolah, sang fajar itu bergumam lantang dengan penuh bara semangat "Awali harimu dengan bersyukur pada Allah, dan tersenyumlah menanti tantangan hidupmu! Hari ini, esok, dan masa depan!" #Yah,kurang lebih begitulah... ^_^
Hm.. ckckck... Alchamdulillaahirobbil 'aalamiin.. ENGKAU masih mengizinkanku merasakan ni'mat-Mu yang tak terkira, yang tak terbatas.........
I LOVE ALLAH EVER AFTER... #poreper daaahh... :')
Kudus, 08 April 20011/04 Jumadil Awwal 1432H
@05.30 am
Oleh :: Khunnas Al-Lail
Minggu, 03 April 2011
Assalaamu'alaikum teman-teman...
Afwan,baru sempet posting (lagi).. ^_^
Kali ini saya ingin disscuss tentang apa itu . Definisi diary macem-macem. Check in mbah google juga bisa! Tapi, saya tidak akan berpanjang lebar menjelaskan apa sebenarnya diary.
Kebanyakan orang terkadang berfikir, menulis di buku diary tak berguna. #siapa yg berfikiran seperti itu angkat kaki!!!! Hahah.. just kidding >,<
Sebagian orang lagi ada yang berfikiran menulis di diary itu sebuah kebutuhan. Yang asalnya tersier changing sekunder, changing lagi menjadi PRIMER alias KEBUTUHAN POKOK. Yap!! One of them saya sendiri?!? #Hehehe.... : )
Diary sebenarnya banyak manfa'at kok, kawan.. Nggak percaya?! Adain ajah sebuah observasi kecil"an... Gini, bagi yang hobi nulis ndak usah dibahas. Tentu mereka bersikap pro tentang nulis diary. Sedangkan yg kontra, it's okay... Mungkin saat ini kalian belum begitu minat dengan buku kecil berisi journey of your life. Baca dulu sejenak my opinions.. ^_^
Saat kau menemui suatu problematika yang sangat berarti dalam hidupmu, (entah senang/sedih), tanpa kamu sadari saraf otakmu otomatis menyimpan scene yang terjadi kala itu. Lah, begitulah kuasa Allah Yang Maha Kuasa, mengatur tiap sel-sel seluruh tubuh kita. Moment-moment happy or sad-mu akan terekam permanen hingga suatu hari engkau akan mengingat kembali hal tsb. Cenderung sebagian mereka cuma ingin ingat di otak aja tanpa harus ada sebuah bukti otentik yang bisa kau buka kembali di masa tua-mu..
Naahh... salah 1 alasan bahwa nulis di diary itu menarik! Suatu saat,jika kamu telah berumur, kau bisa bercerita sembari menunjukkan bukti otentikmu itu (red;diary). Other advantages are; seandainya kau sedang mengalami masa "surut" dalam hidupmu,lalu kau biarkan tangan ini menuliskan segala uneg-uneg itu, saya jamin.. eh, insyaa Allah aja deh #hhehe... Insyaa Allah bebanmu sedikit berkurang. Rasanya kau seperti berharap pertolongan kepada Allah. Dan itu, tentu saja akan membuat ke-optimisan dirimu. Trust me,
Terkadang, saya suka tersenyum sendiri liat tumpukan diary-ku dari mulai SD! Ketaksengajaan saat kau bersih-bersih atau sedang mencari sesuatu, pandanganmu akan teralihkan sejenak pada buku diary yang kau temukan diantara tumpukan buku-buku usang. Refleks,kau menghampirinya. Lalu, ada perasaan ingin tahu "apa sebenarnya yang pernah ku tuliskan dulu di diary ini?" #betuul kaaann.....???
Lembar demi lembar kau buka dan baca, lihat! Kau sedang tersenyum sendiri.. #Eittts... bukan orgil lho ya?!!
Lucu kufikir... berbagai point of view dari masalalumu dibahas kembali dibuku itu. Dan secara tidak langsung itu memotivasi diri kita sendiri tuk jadi lebih baik dari hari kemarin.
Hm... rasanya sudah cukup mungkin ya saya menuangkan beberapa bait pendapatku #ceeiilee...bait?emang lagi bikin puisi apa??! -.-" Huufftt.... : )
It's really...really menyenangkan saat kau menulis. Jemari yang menari indah bersama pena berkarat di sebuah lembaran usang nan sederhana... Berimajinasi menjadi dirimu sendiri, menuangkan segala gundah atau duka.. Mencurahkan perasaan bahagia, terharu, atau bahkan kekaguman terhadap seseorang. Do it! Itu bisa menjadi alternatif untuk tetap mempunyai sebuah privasi dalam hidup kita. Karena sebisa mungkin kita menjaga diary tsb dari orang-orang yang belum ingin kita beri tahu (red;teman,sahabat,keluarga,etc). Hanya Allah dan diri kita sendiri yang tahu. Menyenangkan! Tapi, bagi kalian yang punya sifat ceroboh seperti saya... #oppss..!
Yaahh.....resiko ditanggung sendiri. Pinter-pinter menjaga buku journey of our life..
Akhirul kalimah, semoga bermanfa'at.. Please, jangan marah atau dongkol kalau kalian ada yang tersungging, eh, maksud saya tersinggung jika ada kalimah-kalimah saya yang kurang berkenan dihati pemirsa seeemuuuuaa......... #Heheheh... pisz! ^_~
Ilal liqo' wahai saudara/i-ku... ^_^
>>
Jumat, 01 April 2011
:: Kado Untuk Matahariku ::
dari bayi hingga dewasa
Kini ku ungkit hanya untukmu
Karena pula jasa-jasamu
Membalas peluh lelahmu
yang kau korbankan hanya untukku
Karena aku permata hatimu
Kata mereka diriku pujaan hati
Tuhan... trima kasih untuk-Mu karena Ibu..
Tuhan... bahagiakan Ibu seumur hidup
Atas semua khilaf raga
yang selalu jadi beban Ibu
Membuatnya terluka
Kan hingga kita bersama di surga nanti.
Masih Tak Berjudul #Part One
"Latania Nafsul Muthmainnah?" seseorang menanyaiku. Aku sempat terhenyak dan mendadak berhenti mengetik.
"Na'am, saya Tania. Maaf, Anda siapa?" balasku ketus. Aku sempat sebal dengan caranya bertanya yang mengagetkanku. Tanpa salam terlebih dahulu pula.
"Saya.......saya................. Abdullah."
"Abdullah? Abdullah siapa?" tanyaku penasaran.
"Tetangga barumu. Hm, maaf mungkin saya pamit dulu. Sedang ada urusan di rumah. Lain kali, insyaa Allah saya main lagi kesini. Salam untuk Ibu,Bapak dan kakakmu."
Aku kembali merasa heran sekaligus bingung. Katanya tetangga baru, tapi kenapa ia sudah tahu seluruh anggota keluargaku yang hanya terdiri Bapak,Ibu,dan seorang kakak laki-laki? Ah,mungkin dia sudah terlebih dahulu kenal Bapak dan mas Fahrul sebelumnya. Fikirku.
# # #
Seluruh kehidupanku berubah drastis dalam masa 2 tahun lalu. Saat aku hendak memberi kabar walidain-ku tentang khobar kelulusan masa putih abu-abu dengan predikat "cumlaude", tapi nyaris saja hidupku berakhir. Sebuah truk yang sore itu ugal-ugalan di jalan sepi dekat rumah melindas kaki kiri & saat truk itu oleng, serpihan-serpihan kaca yang pecah tak disangka mengenai 2 kornea mataku. Dan alhasil, saat ini aku duduk di kursi roda dengan penglihatan yang nol alias aku mengalami kebutaan permanen.
Setelah kurang lebih setahun tersuruk dalam jalan keputus asaan, Bapak dan Ibu akhirnya memutuskan untuk pindah rumah ke Ungaran, Semarang. Kami mengontrak rumah sederhana tapi menjadi tolak awal perjuanganku tuk kembali bangkit. Disinilah, bara semangatku yang dulu punah, sekarang bermetamorfosis menjadi semangat hidup yang menggebu-gebu. Meski tak bisa melihat, aku tak berhenti menulis. Mas Riza yang mulai awal kepindahan ke Ungaran sudah pontang-panting cari kerja, akhirnya ia berikan gaji awalnya tuk membelikanku sebuah laptop. Katanya, kami harus berjuang sama-sama. Aku menulis agar bisa menghasilkan uang juga. Begitu katanya. Ku turuti ia, karena menurutku menulis adalah organ tubuhku yang tak dapat kutinggalkan begitu saja. Draft-draft cerpen/puisi yang dulu kusimpan di flashdisk (sebelum kecelakaan itu) ku edit ulang. Mas Fahrul bersedia membantuku membacakan. Lalu, kukirim draft-draft itu ke 21 perusahaan jurnalistik swasta di Semarang. Dan 19 perusahaan swasta itu menolakkiu. Masih tersisa 2 perusahaan yang belum memberi konfirmasi tentang buah imajinasiku itu. Ku tunggu dengan sabar, hari demi hari,akhirnya ada Allah masih menyayangiku. DIA memberiku kabar gembira.Dua perusahaan itu memutuskan untuk memuat karyaku. Dan sebagai imbalannya, mereka memberiku komisi yang cukup lumayan. Selanjutnya, 'kecanduanku' berimajinasi ternyata menarik 2 perusahaan swasta itu untuk mengontrakku. Yang satu ingin aku menjadi editor tetap, yang satu menginginkanku untuk berkarya lebih banyak lagi. Kuputuskan, memilih menjadi novelis lokal yang masih bau kencur. Alhamdulillaah, gajinya bisa sedikit membantu ekonomi keluarga yang akhir-akhir ini pasang surut.
Hampir 2 tahun kami hidup tenang di daerah dataran tinggi kota Semarang ini, dan babak baru dimulai dengan kehadiran pria misterius itu.
Aku masih ingin tahu, siapa namanya yang sebenarnya? Aku fikir sedikit mengenali suaranya, tapi aku lupa. Ia bilang Abdullah, kurasa hanya nama samaran. Saban hari ia datang kerumah, menungguiku dengan diam saat aku mengetik sebuah puisi atau cerpen. Hingga aku usai, ia baru mengeluarkan suara yang selalu saja mengagetkanku. Sepertinya ia sangat tahu aku. Aku yang tak suka diganggu saat berimajinasi, aku yang malu saat karyaku yang belum jadi seutuhnya dibaca orang lain, dan lain-lain.
Dia... kadang keceplosan memanggilku 'ukhti'. Dan yang membuatku takut adalah hipotesis-ku saat ini memaksaku untuk mendakwanya sebagai 'orang itu'. Orang yang 2 tahun lalu masih menjadi sesosok berarti. Orang yang menjadikan hidupku penuh warna seperti halnya pelangi dalam batas-batas syari'ah Islam.
Tapi...aku tak mau kembali membuka luka itu. Mengumbar kembali luka yang sekian lama berusaha kututup rapat dengan perban kenyataan.
Mungkinkah....dia,yang mengaku Abdullah adalah.................................................................................?
Langganan:
Postingan (Atom)








