Selasa, 15 November 2011

Wanna Give Up :-(

Dzulhijjah, 20 1432 H.

Aku kembali sejenak.. tapi dalam keadaan tak berpijar. Sama sekali,tak ada setitik cahaya putih yg kutemukan sekarang. Yang kulihat hanya lorong senyap yang gelap dihadapanku. Itukah yg disuguhkan? Itukah gerbang awal yg musti kulalui?

Aku sulit mengartikan definisi semangat.. Sulit sekali mencerna kata 'bangkit'..
Kau tau kawan, rasanya di kepala ini . . . tak terperikan menjabarkannya.
Aku sendiri bingung.. apalagi kalian?

Aku sekarang butuh jawaban... bukan pertanyaan !
Jangan menanyaiku tentang apapun... Karena bagiku, pertanyaan dari 'mereka' yg tak mengerti aku adalah jadam terpahit. Duri tersakit.

Pertanyaan yg menghunjam . . . Tolong, menjauhlah dariku. Bukan kau yg kucari,tp sebuah jawaban.

Aku lelah yaa Robbi... sangat2 lelah...

Aku tak ingin dan tak pernah bermaksud membuat 2 matahariku kehilangan senyum kebanggaannya. Yang mana senyum2 itu adalah semangat terbesarku.

Aku ingin bertemu dengan 'pesuruh' Robb-ku tuk mengambil jiwa ini . . . Kudengar,sedikit sakit... Bagiku tak apa sakit sebentar setelah itu tak akan lagi merasakan sakit.

Setelah kulontarkan kata2 itu, kalian pasti memarahiku. . . Bisa kutebak,bahkan mungkin ada yg blg itu kalimat orang yg putus asa.
Kalian tau, apa putus asa itu?

Adalah perasaan dimana saat kalian terhempas,terpuruh,bahkan tersungkur oleh suatu peristiwa yg familiar dengan cobaan hidup lalu muncul dorongan tuk bangkit lebih kuat,lalu kalian bangkit dengan semangat yg berkobar. Tapi setelah itu..kalian dihempaskan kembali oleh takdir,begitu seterusnya.
Perasaan lelah yg muncul... tak terbendungkan. Lelah menyeka titik2 air di sudut mata,atau sejenisnya.

Sejatinya,dari lubuk yg terdalam aku sadar,bahwa Robb-ku tak suka aku yg seperti ini.. Bahkan telah di firmankan-Nya.. "Wa laa taiasuu..."
Namun inilah aku...

Tenanglah kawan,aku tak apa.. Sure,hanya ingin rehat sejenak. Yg sering kulakukan saat2 seperti ini adalah aku sering membaca beberapa kutipan kalimat dr sebuah novel. Daun yg Jatuh Tak Pernah Membenci Angin.

“Tania, kehidupan harus berlanjut. Ketika kau kehilangan semangat, ingatlah kata-kataku dulu. Kehidupan ini seperti daun yang jatuh... Biarkanlah angin yang menerbangkannya...” (70)
“Dalam urusan perasaan, di mana-mana orang jauh lebih pandai ‘menulis’ dan ‘bercerita’ dibandingkan saat ‘praktik’ di lapangan. (174)
“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Bahwa hidup harus menerima... penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti... pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami... pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, dan pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Tak ada yang perlu disesali. Tak ada yang perlu ditakuti. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawanya pergi entah ke mana. Dan kami akan mengerti, kami akan memahami... dan kami akan menerima” (197)
“Lebih baik menunggu. Kau tidak ingin terjebak oleh kebaikan itu sendiri. Ada banyak kebaikan yang justru berbalik menikam, menyakitkan pemberinya.” (213)
“Pria selalu punya ruang tersembunyi di hatinya. Tak ada yang tahu, bahkan percayakah kau, ruang sekecil itu jauh lebih absurd daripada seorang wanita terabsurd sekalipun.” (213)
“Dia memandang lamat-lamat sepotong kehidupan itu. Menjahitnya. Membuat pakaian masa depan yang rapuh dari semua masa lalu yang getas" (221).
“Orang yang memendam perasaan sering kali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta" (227).





Rabu, 02 November 2011

Pelangiku

Dia bnr2 terlihat berubah.. dari segi manapun, dia bukan yg kukenal dulu. Yg selalu membuatku ceria, bahkan dalam pertengkaran yg sering kami alami pun ada sebersit rindu . Tp mgkin skrg baginya sudah beda, meski kita HANYA TEMAN BIASA.
Namun...
Aku masih mencari-cari sosok pelangiku yg dulu. Tuhan, kembalikan dia yg dlu..
Tapi...
Jika perubahannya yg demikian membuatnya bahagia atau bahkan itu memang yg terbaik buatnya dan buat kami, maka bantulah aku bersikap ikhlas Tuhan..

Semoga, engkau mengerti..
dan, dalam tiap 'pengaduanku' pada-Nya.. tak pernah ku lupa menyelipkan namamu..

#untuk seseorang yg dulu kupinta memanggilku "nok"

Jumat, 30 September 2011

iLaLLiqo' All . .

30 September 2011 .  .

Penghujung September, masih berharap tetap ceria.. Sahabat, Ahad ini aku berangkat. Melangkah ke tempat yg sangat2 ku cita2kan.. Ke tempat yg insyaa Allah memberikanku banyak 'ilmu nafi', ke tempat yg mnjdi penentuanku. Bismillaahirrochmaanirrochiim . . . . aku datang PTYQ putri Kudus.. aku, yg bukan siapa2 pada awalnya berjanji akan menjadi sosok yg berguna. Aku datang, menuju-mu karena-Nya semata. Semoga Allah slalu melindungiku. Sahabat, do'akan aku yah...
Laily harus bisaaaa!! SEMANGAT SEMANGAT SEMANGAT !!! CHAAYYOOO!

Met b'jumpa di lain kesempatan ya semua.. *akan sangat merindukan kalian yg mengenalku dgn baik.




Senin, 12 September 2011

Yang kubisa semata untuk mereka

12 September 2011 . . .
Tepat pukul 09.30 tadi.. berdua dengan beliau. Niatku mulai ku usung,memantapkan diri,optimis bahwa aku bisa.
Tapi..
Jujur.......
Itu sulit,kawan..! Aku tipe orang yg mudah minder,mudah nervous,dll.. yg kesemuanya itu beliau slalu tahu bahwa begitulah kondisiku.
Kami turun dari becak pagi tadi. Hatiku semakin nggak karuan,kaki rasanya ingin kembali pulang saja. Tp di sudut hati ada suara yg bergumam, "kau sudah maju,li..haram untukmu untuk mundur."
Kami berdua langsung menuju ndalem pondok. Di dalam sana,ada orang2 pilihan yg bagiku super hebat. Aku ingin menjadi bagian dari mereka yaa Robb..
Di dalam sudah ramai, hampir sesak. Dipenuhi oleh para wali dan bu nyai. Setelah sebentar berbincang sapa,bu nyai mempersilakanku untuk masuk ruang test. Di dalam,aku disambut 2 kakak santri lengkap dgn 3 buah meja kecil didepannya. Saat aku masuk,ternyata ada 1 teman yg sama dari Aliyah yg sm denganku. Aku lupa namanya (saking nervous-nya). Kakak yg ada didepanku menyuruhku mengeluarkan persyaratan,dan ternyata aku sedikit salah langkah. Seharusnya,sebelum aku masuk ruang test ini, terlebih dulu ke kantor pondok untuk mengisi formulir. Lalu,kakak itu menyarankanku untuk kembali sejenak. Aku dan beliau pun langsung cekatan menuju ruang kantor. Setelah semuanya beres,kami kembali ke ndalem lagi. Dengkulku rasanya mau copot kawan sebelum masuk ruang test itu lagi. Yg kutahu cm 1 membaca Surat Al-Insyiroh berulang-ulang untuk menenangkan hatiku. Bismillah.....
Lalu,kakak yg tadi mempersilakan aku duduk di depannya untuk diuji olehnya.
Beginning........!!
Test pertama ternyata test lisan.. Kakak itu membuka pertengahan AlQur'an..lalu menyuruhku membacanya.
Yg kutanamkan dari awal cuma 1, ojo grusa grusu,alon2 tapi kudu tartil lan bener. Hoho.. ternyata aku dapat salah satu ayat tentang saktah. Kubaca saja sambil hatiku tersenyum. Kemudian,kakak itu membolak-balik muschafnya lagi. Hm...kali ini ia menyuguhiku dengan bacaan imalah. Aku masih tersenyum dalam hati. Kemudian,terakhir ia menyodoriku ayat "Kaanat qowaariiroo...". Alhamdulillah,semua masih terkendali. Hatiku agak sedikit leluasa degupnya.
Next,aku disuruh bergeser ke kakak yg disebelahnya. Masih test lisan. Kali ini pasti pengetahuan tajwid. Aku masih sibuk menenangkan diri agar aku tdk grogi. Karena kalau grogi,otomatis apa yg kupelajari bisa sirna.
Kakak itu menatapku tajam. Satu pertanyaan,dua pertanyaan,tiga pertanyaan,empat pertanyaan terlewati. Tp pertanyaan yg kelima membuatku mati kutu.
"Ada berapa bacaan di Al-Qur'an yg boleh atau tidak dibaca saktah?"
Haaa?? Setahuku bacaan saktah ya ada 4 itu... Waduh,bodohnya aku... Kuputar ulang lagi yg kupelajari,. Hampir ketemu... aku ingat ada pembahasan itu yg kupelajari,. Tapi.........aku lupa! #sama aja bo'ong
Aku pasrah menjawab salah... "Ada 4 mbak.." :-(
Kelar-lah ujian lisannya... Failed satu,yaa Robb... :-(

Next,kakak td memberiku 1 lembar soal tertulis. Aku diberi waktu seperempat jam mengerjakannya. Hm.. semoga lancar!
Kubaca soal yg atas,aku tersenyum. Laju tanganku lancar hingga sepuluh soal. Menginjak yg kesebelas,aku membaca ulang lagi perintah soalnya. Yaaapp..! Yg kutakutkan tentang ini muncul. Duuh..badanku lunglai membaca penggalan ayat2 itu. Ku kerjakan kurang lebih 8menit tersita. Eeehh...ternyata ada 1 soal lagi. Disuruh nulis satu surat utuh!!! Tapi alhamdulillah... Ingatanku berkompromi baik dengan jemariku.
Finish... Alhamdulillah....aku tak sabar keluar setelah mengecheck semuanya. Total yg kugamangkan keshochichan-nya ada 5 soal itu td. Duh gusti...kawulo namung pasrah...sak ba'dane ikhtiyar niki... :(


Aku keluar dengan senyum,bukan senyum buatan. Tapi sungguh, senyuman tulus untuk beliau.
Ibu... beliau yg sejak awal berdiri dibelakangku apapun kondisiku. Beliau motivatorku,belahan jiwaku,matahariku..segalaku. Untuknya... nyawaku kuberi. Ia selalu menyemangatiku,bagaimanapun nakalnya aku...sering bantah,sering tak patuh... Tapi beliau tetap saja tulus mencintaiku.
Aku ingin menjadi buah hati yg bisa membuatnya merasa tak menyesal melahirkanku,merawatku,dan mendidikku selama 19th ini.

Ku juangkan apapun untuknya,untuk mereka yg benar-benar tulus padaku. Dan kukatakan pada-Mu yaa Robb, "...yang kubisa hanya ini. Semampuku,semaksimal usaha yg kulakukan. Yang kubisa hanya ini untuk mereka. Sekarang, giliran do'a yg harus menjadi sahabatku! Ini belum berakhir,justru baru awal! Bukan buatku,tapi untuk mereka."


Have a nice day kawan... "Seindah apapun rencana kita,JAUH LEBIH INDAH dari rencana Allah untuk kita. Keep spirit!" ^tabassum^


to be continue until Sept, 25 '11.

Selasa, 26 Juli 2011

:: BE a STRONG MUSLIMAH ! ::




Friendship is a precious thing in my life.. Friendship is you,dear. Friendship, i really save it. You make me know 'bout love,sacrifice,happiness,sadness,and each other thing in the world. Ulya,Ima,Anis,Khofy.. actually, there is still a good someone again. But,sorry.. Now,i can't considering him be a good friend. You know the reasons. This photo, i believe Allah always save us,always loves us.But.. *hadoh,aku kangelan gawe kata2ne ukh,wis suwi ora nge-british bareng Anis rhe..Mbuh,susunan vocab'e amburadul*

But.. i know that i love u,and u love me. *ai en yu,lop2an..hehe*

Mpun ah,tak bisa menjabarkannya lagi dalam susunan kata. Kata itu terbatas,tapi persahabatan..TIDAK. Semoga Allah melanggengkan persahabatan kita hingga kelak di surga-Nya.
Last, i wanna say goodbye..Hanya sementara, I'll be back.. Entah kapan,sak kersane gusti Allah. Yg terpenting,saling mendo'akan. Untuk sahabat2 yg tak tersebutkan (Nia,Chanin,Lutfi).. i miss u too. ^_^

Untuk Ima dan Khopi : Selamat menjalani masa2 OSPEK yg melelahkan,haha.. Ops!Bukan mksud hati bahagia diatas penderitaan kalian lho yah! Tarbiyah community, must be strong! Gak boleh cengeng kayak aku.. Wait me 2/3 years later.. I wanna be with you.
Untuk Kakanda (ukhti Anis) : Wah..waahh..aku ketinggalan selangkah darimu. Mungkin kamu yg berhak ketemu miss Ifa dengan membawa gelar 'cumlaude english'. Congrats Anis, jalanmu memang di English. Tetep bs jadi guru kok.. Yaqin mawon. Kelak,kalau aku tiba2 ngawur nge-british tolong dibenahi yak..
Untuk Adinda (mbok Ul) : Hmm..wanna be bussiness's girl yah? Always support u,mbok! Dasar adinda yg klasik, kamu yg paling bikin aku kangen! UNNES adem kok ti, tambah putih aja ntar..Hoho,siapa tahu?ayo,lomba putih2an sama aku? *langsung menundukkan kpla smbil mengibarkan bendera putih. Ulye,mau ngomong apa ye? Hm,must be careful aja,jaga diri disana.. Tetep jd adinda yg kyk skrg, gak boleh berubah jd yg lebih jelek..! Sholatnya jgn lupa.. ndak usah ikut kegiatan2 yg aneh.. Pulang kuliah langsung pulang aja.

Pesan umumnya, BE a STRONG MUSLIMAH. Apa itu? Yakni,muslimah yg bisa jaga diri,muslimah yg saling mengingatkan (bukan cm untuk sahabatnya,tapi jg untuk muslimah2 disekitar kita), muslimah yg senantiasa tawakkal,sabar,ikhlas,meski kita tahu tidak mudah menjalaninya,muslimah yg seperti kupu2 selalu mempesona tiap pemandangnya, muslimah yg seperti pelangi memberikan warna-warna menakjubkan bagi siapapun, muslimah yg seperti seorang ibu; mengasihi tanpa mengharap imbalan.. dan,muslimah yg seperti bintang memberi cahaya tiap makhluq meski terkadang redup.
Ukhti.. Aku mohon diri,ojo lali di dongake ben aku krasan... gak nangisan... gak ngantukan.. dll.. Hehehe *mesti Ima ngakak moco tulisan 'gak ngantukan', ikhlas sajalah dikau selalu mengejekku putri tidur! :-(

Since 2 years ago, i found you dear.. i found peoples who told me 'bout life, teach me 'bout everythings.

See u next time, ilal liqo'.. Saling menjaga komunikasi lho ya, ojo gengsi nek ameh sms dhisik. ^_^

Wassalaamu'alaikum..

Ukhibbuki fillah and lillah.. ^).(^

Sabtu, 16 Juli 2011

:: Kemana kan Kucari? ::

Kupasang earphone untuk mengusir galauku malam ini. Walkman usang yg kubeli empat tahun lalu kupegang erat. Lantunan lagu dari Ada Band,sedikit membuatku terhenyak. Stasiun radio ini memutar request lagu berjudul Manusia Bodoh.
Mencoba bertahan sekuat hati, layaknya karang yang dihempas sang ombak. Jalani hidup dalam buai belaka, serahkan cinta tulus di dalam takdir. Tapi sampai..kapankah ku harus menanggungnya, kutukan cinta ini.. Bersemayam dalam kalbu.

"Okay pendengar setia station Twenty One, itu tadi lagu permintaan dari sahabat kita yg di daerah Ungaran sana. Buat Badai yang pake nama samaran,thanks udah gabung dengan kita. Let's check in sms selanjutnya..!" sepenggal kata dari penyiar itu membuyarkan lamunanku tentang lagu Manusia Bodoh. Dia menyebut Badai? Nama samaran? Kenapa saraf memori otakku kembali mendengungkan satu nama. Akmal? Yach,teman satu pondok denganku dulu mempunyai nama samaran Badai,dan dia berdomisili di Semarang sekarang ini. Tapi,apa mungkin benar Akmal? Kenapa begitu tepat saat lagu Manusia Bodoh berkumandang, sebelumnya satu nama telah hadir di logika-ku, Qotrunnada Syaza (Tetesan Embun Keharuman). Ya, Nada. Perempuan yang kukenal dua setengah tahun lalu,kini tiba-tiba menghilang. Lenyap sama halnya dengan Akmal,karibku selama 3 tahun. Setelah kelulusan,kami melanjutkan hidup masing-masing. Akmal dengan impiannya menjadi seorang novelis, Nada yang menggebu ingin menjadi seorang perawat, dan aku yang memiliki impian sebagai seorang guru di madrasah-madrasah terpencil. Seusai muwadda'ah seharian itu, Akmal memelukku erat.
"Ku tunggu kabar gembira darimu dengan Nada,sob."
Hatiku rasanya bak ditusuk duri olehnya. Sindiran yg menyakitkan di hari perpisahan ini. Kupegang bahunya,
"Sampeyan masih marah sama aku,Mal? Nada bukan siapa-siapaku."
"Tapi sampeyan,Vin,sangat berarti buat Nada. Tenang,mana mungkin aku marah sama sampeyan. Kayak ndak tahu siapa aku aja,Vin. Okay,jangan lupa kasih e-mail begitu udah beli nomor baru yah.. Aku packing dulu,sejam lagi dijemput sama pakdhe.Assalamu'alaikum,bro!"
"Mal..tunggu.."tapi ia melenggang meninggalkanku.
"Wa'alaikumussalam warochmatullah.."jawabku lirih.
Malam harinya, di kamar pondok berdua dengan seniorku,Mas Tamam yang sedang asyik nderes,tiba-tiba kedatangan seorang tamu asing.
"Assalamu'alaikum..Mas Alvin wonten (ada) ?"
"Wa'alaikumussalam.."jawabku dan mas Tamam bareng.
"Kulo Alvin,sampeyan sinten nggih (saya Alvin,kamu siapa ya)?"
"Kulo Rifqi,adikke mas Akmal,saking pondok remaja. (saya Rifqi adiknya mas Akmal dari pondok remaja)."
"Ooh,Akmal.. masuk dek..monggo masuk." mas Tamam mempersilahkan.
"Kenapa dek, barangnya mas Akmal ada yang ketinggalan?" tanyaku.
"Mboten mas (tidak mas), saya cuma ingin bicara berdua sebentar sama mas.. Saget (bisa)?"
Keningku berkerut.
"Hm..ya udah,ayok ke depan. Kalau disini kasihan mas Tamam lagi nderes." aku tersenyum ke arah mas Tamam yang nderesnya terhenti sejenak.
"Monggo-monggo...disekeca'aken mawon." ujar mas Tamam.

Di depan kamar yang sunyi, kami duduk lesehan. Agak lama dek Rifqi diam. Aku tambah penasaran ada urusan apa adiknya Akmal mencariku. Rifqi lebih muda dariku setahun,aku ingat Akmal pernah bercerita tentang Rifqi.
"Mas Alvin kenal mbak Nada 'kan?"
Aku terhenyak. Nada lagi..?
"Na'am dek, dia teman sekaligus muridku di diniyah malam. Ada apa ya?"tanyaku penasaran.
"Mas Alvin juga tahu tho bagaimana perasaan mas Akmal ke mbak Nada?"
"Hm..ya,tahu."
"Ma'af sebelumnya mas, saya ndak bermaksud nyalahke siapapun dalam hal ini. Tapi..ada satu hal yang belum sampeyan ketahui dari mas Akmal dan mbak Nada. Mereka itu sudah dijodohkan sama Abah sejak mereka masih kecil. Dari RA-MTs mereka disekolahkan di madrasah yang sama. Hanya saja,saat Aliyah Abah dawuh (memerintah) agar mereka mulai dipisah tapi masih dalam kota yang sama. Eh..malah kebetulan mereka bukan saja satu kota,tapi satu yayasan pondoknya. Dan mulai kelas 1 Aliyah,mereka sudah sama-sama tahu kalau mereka itu dijodohkan sama Abah. Kedua keluarga sudah saling sepakat,begitu pula mbak Nada. Awalnya,dia tak merespon. Tapi dengan perantara ummi-nya,mbak Nada menyetujui perjodohan itu. Ini semua mas..ini semua kami rahasiakan dari siapapun. Maka dari itu,jangan heran mas,kalau mas yang sebagai sahabat mas Akmal tidak pernah dikasih tahu tentang hal ini. Sungguh mas, Rifqi sama sekali tidak mengarang cerita. Ini benar adanya, tapi kalau sampeyan masih belum bisa percaya... Rifqi bisa telefonkan orang rumah sekarang." jelasnya panjang lebar.

Dunia seakan menghujaniku dengan duri. Kenyataan pahit yang musti kudapat. Akmal dan Nada, dua orang yang membuatku benar-benar merasa amat bersalah. Di satu sisi,aku tak bisa menyalahkan Akmal yang bungkam tentang semua ini. Aku sadar,Akmal seorang 'gus'. Dari kalangan kyai gedhe di Semarang. Tentu saja aku faham jika masalah seperti ini ia rahasiakan. Tapi Nada? Seolah aku tak percaya ia bisa setega itu padaku. Pada Akmal. Pada hatiku, pada kalbu sahabatku. Pada jiwaku yang rapuh..
Ia beri aku secercah harapan saat aku menyatakan perasaanku lewat surat. Ia bilang "kita jalani saja,aku akan berusaha dan kamu juga". Ia tuliskan kalimat itu di surat balasannya. Apa aku terlalu bodoh mengartikan kalimat itu?Atau..Nada yang bodoh menjabarkan kalimat 'tidak' untukku. Ada apa semua ini yaa Robb? KAU uji aku dengan perasaan bersalah terhadap mereka. Khususnya Akmal. Dia baik terhadapku,tapi aku dengan bodohnya tak sadar telah melukai kalbunya yang terdalam.

Lentera malam..
Katakan pada kunang-kunang,hidupkan cahayaku..
Semangatku pada esok
Punahkan raut-raut kegelisahan tuk pagiku
Dan Tuhan,aku merindu-Mu...

To be continue.. ^_^

Selasa, 05 Juli 2011

:: I N T E R M E Z Z O ::

Assalaamu'alaykum, ikhwah fillaah.. ^_^

Semalem,ada film hindi yg biasa ditayangin di sebuah channel swasta TV Indo. Title-nya "Kal Ho Naa Ho". Tidak asing yah buat pecinta film Hindi ? ? ?
Hoho.. kalau saya netral mawon *aja, asal ada suatu film yg alurnya 'interesting', yaahh..begitulah... Hehehe
Kal Ho Naa Ho,yg artinya SAAT INI,KARENA ESOK BELUM TENTU ADA. Waow..saya penasaran sama filosofi yg terkandung di film tsb. Selama ini saya fikir (just my opinion), film Hindi itu nambah2in dosa kita aja. Lho,kok bisa? Pasti begitu yg ada dibenak sahabat? Yups,tahu sendiri-lah..beberapa produksi film Hindi kebanyakan hanya memamerkan bentuk tubuh mereka yg tak pantas untuk diumbar. Hm,film Hindi identik dgn semua itu. Lakin... *tetapi... Beberapa dr 'mereka' juga tak sedikit yg 'amazing' lho alur ceritanya! (ex; 3 Idiots,My Name Is Khan, Paa,de el el) Nah,ternyata..list film Hindi yg menurutku amazing alur ceritanya nambah 1 lagi!! This it.. KAL HO NAA HO..
Hmm... selain setting film-nya di New York *klo gk salah,Film ini banyak bgt lho mendatangkan bintang tamu (they are;kajol,rani mukherjee,dll). LOVE STORY tentang 3 orang yg awalnya sahabatan; Amman,Naina,dan Rohit. Yaah..sebelumnya aku hampir jenuh nonton ini,karena kufikir paling ceritanya seperti kebanyakan cerita cinta lainnya yg bisa kutebak gimana end-movie nya.. *Haha..sok tahu yah saya? :p
Tapi..ternyata aku yg salah. Alurnya tak bisa kutebak karena aku baru saja nonton film ini sekali. *jangan ada yg ngeledekin loh yah?? Biarin,mending telat drpda tdk sama sekali.. weekk :p
Effort *usaha oleh seorang pria (read;Amman) demi pujaannya,Naina. Heuuu... Bukan ane bermaksud lebay,tapi bener...kujamin,ini beda dari kebanyakan cerita cinta. Ro'yi *menurutku.. sangat sulit menemukan seseorang seperti karakter Amman pd film ini in reality of the world *di dunia nyata. Sepertinya,sahabat udah pernah nonton nih film ya? Okay...okay...i see, aku yg telat...Hehe
Tak usah berpanjang-ria.... Basa-basinya kayaknya sudah melebihi kapasitas *over-capacity..
Jujur...aku jatuh cinta juga pada salah 1 OST-nya yg ber-title sama dgn judul filmnya.



KAL HO NAA HO
Har Ghadi Badal Raha Hai Roop Zindagi
Chaav Hai Kabhi Kabhi Hai Dhoop Zindagi
Har Pal Yahan
Jee Bhar Jiyo Jo Hai Sama
Kal Ho Na Ho
Har Ghadi Badal Raha Hai Roop Zindagi
Chaav Hai Kabhi Kabhi Hai Dhoop Zidnagi
Har Pal Yahan
Jee Bhar Jiyo Jo Hai Sama
Kal Ho Na Ho
Chaahe Jo Tumhe Poore Dil Se
Milta Hai Woh Mushkil Se
Aisa Jo Koi Kahin Hai
Bas Vahi Sabse Hasin Hai
Us Haath Ko Tum Thaam Lo
Voh Meherbaan Kal Ho Na Ho
Har Pal Yahan
Jee Bhar Jiyo Jo Hai Sama
Kal Ho Na Ho
Palko Ke Leke Saaye
Paas Koi Jo Aaye
Lakh Sambhalo Paagal Dil Ko
Dil Dhadke Hi Jaaye
Par Sochlo Is Pal Hai Jo
Voh Dastan Kal Ho Na Ho
Har Pal Yahan
Jee Bhar Jiyo Jo Hai Sama
Kal Ho Na Ho
Har Pal Yahan
Jee Bhar Jiyo Jo Hai Sama
Kal Ho Na Ho

*translate bil lughotil indunesiyyah

Hidup berubah setiap waktu
Kadang teduh, terkadang penuh cahaya
Jalani hidup berdasarkan isi hatimu
Saat ini, karena esok belum tentu ada
Seseorang yang mencintaimu sepenuh hati
Sangatlah sulit dijumpai
Bila di suatu tempat ada yang seperti itu, orang yang lebih baik dari segalanya,
Raihlah tangannya
Mungkin esok dia tidak lagi mengenalmu
Jalani hidup berdasarkan isi hatimu
Saat ini, karena esok belum tentu ada
Tampak bayangan di matamu,
Ketika seseorang datang mendekat
Lalu kau mencoba menjelaskan tentang isi hatimu yang tergila-gila padanya
Menunjukkan debaran di hatimu
Tapi berfikirlah itu terjadi hari ini
Karena belum tentu cerita ini besok ada
Hidup berubah setiap waktu
Kadang teduh, terkadang penuh cahaya
Jalani hidup berdasarkan isi hatimu
Saat ini, karena esok belum tentu ada
Jalani hidup berdasarkan isi hatimu
Saat ini, karena esok belum tentu ada~~~



@Beranda Inspirasi ^tabassum^ by_Najm El-Lail 01.00p.m
Rabu, July 6 '11